Senin, 09 Juli 2012

BELIEVE SONGS - PREVIEW

Well buddy, penantian panjang itu akan berakhir sesaat lagi. Dan gue bakal kasi lo semua buat ngedengerin preview dari lagu-lagu yang bakal ada di Believe nantinya. Cekidot ya...

Justin Bieber ft. Nicki Minaj - Beauty and A Beat

 

 

Justin Bieber - Catching Feelings (Preview)

 

 

Justin Bieber - Take You (Preview)

 

 

Justin Bieber ft. Drake - Right Here (Preview)

 

 

Justin Bieber - Fall (Preview)

 

 

Justin Bieber - One Love (Preview)

 

Justin Bieber - Be Alright (Preview)

 

Justin Bieber - Believe (Preview)

 

Justin Bieber - Out Of Town Girl (Preview)

 

Justin Bieber - She Don't Like The Lights

 

Justin Bieber - Maria (Preview)

 

 

 

Part 4: kasih sub-judul sendiri lah ya gue bingung-,-

*flashback*
“My luckiness,” ucap Ari bangga.
“Sit down, everyone!” Mr. Ben bicara.
“Besok lanjut-_-“ ucap Justin pada semuanya, lalu berbalik ke mejanya.
Ari cengengesan. Lalu dia membuka tasnya perlahan dan mengambil buku dari dalamnya. Bau sandwich menyeruak. Gara-gara games tadi, bahkan Ari lupa buat makan siang. Tapi dia buru-buru menutup tas itu dan duduk anteng, lebih tepatnya, “sok” anteng.

***
Sore itu hujan mengguyur Stratford dengan ganas. Diluar sedang badai. Mrs. Chance—mamanya bang ecen yang lagi bertamu pun terjebak dirumah Ari. Akhirnya dia menghabiskan waktu ngobrol sama Mama Ari.
Ari sempat menguping, kalau Mrs. Chance agak sedih sering meninggalkan anaknya dirumah gara-gara pekerjaan. Kakaknya dua-duanya lagi kuliah, yang cewek gak nge-kost, tapi selalu pulang malam karena dia ikut semacam organisasi di kampusnya.
“Its okay, aku nggak keberatan kalau dia disini,” kata Mommy tersenyum.
“Serius? Dia nggak bandel, kan?” Mrs. Chance menatap Mommy Ari khawatir.
“Sama sekali nggak. Dia anak yang baik. Ari suka banget sama dia, sampai-sampai sering dicubiti,” kata Mommy Ari lalu mereka berdua tertawa. Ari yang sedang nguping pun ikut nyengir.
“Ahh, aku berutang banyak padamu,” kata Mrs. Chance.
“Lupakan saja. Dia sudah kuanggap anak sendiri, kok;)” kata Mommy Ari.
Blahblah. Ari gak mau nguping lagi. Dia capek harus berdiri terus, sementara Mommy-nya bicara tentang hal yang sebenarnya gak perlu dia tau. Akhirnya Ari naik ke atas, membuka pintu kamarnya lalu meraih remote tv.
Tapi gak lama kemudian, Ari mendapat telfon. Dari pamannya.
“Hello, uncle James?” suara Ari terdengar sedikit parau.
“Hi, Ari! Can I talk to your mom?” ucap paman James.
“Ugh, I’m sorry. Dia lagi menemui tamu, ada apa?” tanya Ari sambil mengecilkan volume tv.
“Grandma Sue has passed away,” ucap paman James yang langsung membuat Ari lemas habis-habisan.
“How came?!” Ari membelalak. Dia segera membuka pintu kamar, mencari Cody.
“Dia sakit 3 hari yang lalu. Hari ini rencananya aku mau bawa dia ke rumah sakit, tapi terlambat,” ucap paman James. Suaranya terdengar kacau. Hatinya pasti sangat terpukul dengan perginya Grandma Sue.
“Ok, I’ll call u later. Bye.”
Ari membuka pintu kamar Kodih dengan terisak-isak. Dengan cepat dia menyambar tubuh kecil Kodih sambil terus menangis.
“Kenapa lo…” kodi menatap bingung.
“Jupe putus sama Gaston, Cod :’(“ salaaaaah.
“Grandma Sue meninggal, Co :’(“ ucap Ari. Suaranya sedikit tertutupi oleh suara hujan di luar.
Kodi melepas pelukan kakaknya. “Jangan bercanda lo,” Kodi menanggapi santai, menganggap kakaknya cuma ber-akting.
“Serius gue! Baru aja paman James telpon!” ucap Ari penuh emosi. Air matanya belum bisa berhenti. Dia terlalu sedih mengingat Grandma Sue adalah orang terpenting dalam hidupnya.
Tiba-tiba Mommy-nya datang. Ellen (mama Ari) menatap dua anaknya bingung.
“Kalian akur banget,” ucapnya sambil tersenyum.
Ari menoleh. Ellen terkejut melihat anak perempuannya penuh dengan air mata di wajahnya.
“Mom, Grandma Sue meninggal….” kata Ari lalu memeluk Mommy-nya.
“Who says that?!” Mommy berdiri kaku.
“Coba Mommy telpon paman James,” kata Ari sambil mengelap air matanya.
Mommy dengan buru-buru melepas pelukan anaknya lalu menuruni tangga dengan cepat. Ari terduduk lemas di sofa tempat Cody sering main ps. Jendela yang meleleh karena air hujan membuat suasana makin mencekam.

***

*Ari’s POV*
Its Friday, Friday, Friday -_- oke kenapa gue jadi nyanyi……
Ini hari jum’at. Yup, free time. Di sekolah gue, hari jum’at kita boleh milih pelajaran apa aja. Misal, gue mau pelajaran biologi, maka gue masuk kelas biologi. Tapi kalau gue gak ikut pelajaran sama sekali pun—misalnya cuman main basket diluar—itu gak masalah. Asal ada kegiatan. Sekolah macam apa coba ya…….-_-
Gue berjalan di koridor dan berhenti sebentar di mading. Shit, gue ga ada mood sama sekali. Kemarin, 19 April, itu hari terburuk yang pernah ada. Grandma Sue di makamkan kemarin di Florida, dan sekarang Mommy Daddy lagi ke Florida untuk 4 hari.
Gue menatap mading dengan lemas. Terkadang mendengus melihat gossip bertebaran di ujung sana-sini. Redaksi School Magazine itu emang suka cari gara-gara, ada gossip sedikit langsung diumbar. Gue melemparkan pandangan ke kertas lain. Ada artikel biodatanya Michael Jackson, Christina Aguilera, dan ada berita Syakh Rukh Khan (yang biasa dipanggil Syahrini) disebut sebagai Random Singer. Dunia ini………….
Gue melanjutkan perjalanan paling menyiksa—ke kelas. Kelas gue ada di lantai 2. Oke ini gak masalah. Masalahnya, harus ngelewatin tangga yang terjal, banyak, berliku-liku, dan berdesak-desakkan. Yang gue pikirkan, gimana kalo nanti gue udah naik kelas 3? Kelas 3 ada di lantai 3. Pasti lebih nyiksa.
“Rey, why are u crying?” tanya Kelsie ketika kita bertemu di depan kelas.
“Ah? Siapa yang nangis?” kata gue sambil ngelap air mata. “Ini keringet kok.”
“Jan ngibul deh-,- gue udah sering dikibulin sama lo-,-“ ucap Kelsie lalu nyengir.
“Suttt, awas ah-,-“ gue menyingkirkan Kelsie dan mencoba berhenti menangis.
“Rey…lu ngapa?” Matt yang melihat gue langsung mencegat jalan gue.
“Ga kenapa2,” jawab gue sekenanya. Matt menyingkir, dan membiarkan gue menaruh tas di meja. Gue menatap jam, masih jam 7, kelas di mulai satu jam lagi.
“IIIH SAKIT MATA YAAA?!!!” Justin datang merusak pemandangan-,- mampus deh……kalo ada dia pasti heboh-,-
“IYAAA!!!” jawab gue kesal.
“Dia nangis bloon-,-“ Sabrina meninju tangan Justin.
“Yah? Nangis kenapa?:o” Justin malah bertingkah aneh yang membuat gue tertawa.
Gue gak menjawab. Gue menutup wajah gue karena air mata gue makin deras. Bayangan wajah Grandma Sue terngiang-ngiang. Waktu gue dan Cody berantem, dia pernah bilang, ‘jangan pernah benci saudara sendiri. Suatu hari kamu akan membutuhkannya.’
Shit, membutuhkan apa? Ga ada yang gue butuhkan dari Cody. Dia Cuma perusak. Ngeselin. Selfish.
“Cup Rey jan nangis.__.” Justin memeluk gue.
Krik. Krik. Krik. Krik. Hening. Hening. Hening.
Shit lah, apa-apaan ini orang peluk-peluk gue?!
Biarin lah..kesempatan dalam kesempitan.
Wkwkwkwk-_-
Gue makin menjadi-jadi (?) gue membasahi bahu Justin dengan air mata entah air mata bahagia atau sedih……..
“Cry on my shoulder if it make you feel better,” bisik Justin sambil mengelus rambut gue. Gue pun cengok, antara mau mental ke Venus atau gerogotin tembok. Dan satu hal………he smells good. Wanginya kaya wangi surga bok-.-
“Wailaaah Bieber cari kesempatan itu=..=” gue mendengar suara Ronald bicara begitu dari ujung kelas.

*no POV*
Justin yang mendengar Ronald bicara begitu cuman nyengir sambil mengacungkan jempol kanannya. Lalu dia mengusap-usap rambut panjang temannya lagi.
“Nenek lo meninggal ya, Rey?” tanya Kelsie polos.
“Heh._.” Sabrina menepuk lengannya.
“Apa? Gue cuman nanya-_-“ Kelsie mendengus.
“………..”
“………..”
Suasana hening. Ari mulai tenang, isakannya tidak terdengar lagi, tapi wajahnya masih tenggelam di bahu Justin yang terus diledeki anak laki-laki lainnya.
“Rey,” Justin yang mulai pegal mencoba melepas pelukan temannya. “Udah ya._. jangan nangis._. nanti jelek._.” ucap Justin kaku.
“Siapa bilang gue cantik?” kata Ari setengah berbisik, menahan ledak tangisnya.
“Gue,” kata Justin bermaksud ngehibur.
“Kapan lo bilang gue cantik? Setau gue lo bisanya gangguin gue doang-,-“ ucap Ari setengah terkekeh.
“Arey cantik,” kata Justin lalu tertawa. “Tuh, barusan gue bilang.”
‘shitttt im blushing!’ dengus Ari dalem hati.
“Apa? Gak denger?” canda Ari sambil melepas pelukannya. Dia mengusap pipinya dengan telapak tangannya.
“Ga ada siaran ulang-.-“ ucap Justin yang merasa di permainkan.
Ari membenarkan posisi duduknya. Dia mengambil nafas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan. Lalu dia melirik laki-laki yang duduk disampingnya.
“Oh gosssh, sorry, I wet your shirt,” ucap Ari sambil menunjuk ke bahu Justin.
Justin terkekeh sambil ikut melirik bahunya. “Cuciin…..” candanya.
“Iya iya ntar gue cuciin-,-“ ucap Ari manyun.
“HAHAHA canda kok._.”
“…….”
“…….”
Hening lagi. Kelsie, Sabrina, Oliver dan Matt lagi main basket di luar sana. Kelas lengang, cuma diisi 5 orang.
“Hey, why we no play music?” ucap Justin memecah kesunyian.
“Gak bisaaa,” kata Ari malas. “Ngantuk tauuu….”
“Gue tau lo bisa nyanyi,” ucap Justin maksa. Dia menarik-narik tangan Ari yang terlanjur tiduran di meja.
“Sotoy-..-“ Ari memutar bola mata.
Setelah dibujuk, Ari mau juga. Dengan berat hati dia melangkah ke ruang musik. Sepi.
“Nah loh gaada gurunya. Udah balik aja-.-“ ucap Ari maksa.
“Woles ah,” Justin memasuki ruangan itu dan menyalakan lampunya. “Eh, gue bisa main piano loh,” kata Justin sambil menduduki kursi piano.
“Who cares?” Ari memutar bola mata.
“Tebak, lagu apa?” Justin mendentingkan sebuah nada indah.
“…….” Ari menaikkan alisnya.
“Easy come, easy go,” kata Justin memberi clue sambil nyengir.
“Oh!” Ari memekik. “That’s just how you live, oh, take take take it all but you never give,” Ari melanjutkan liriknya.
“Should’ve known you was trouble from the first kiss, had your eyes wide open, why were they open?” lanjut Justin.
“Gave you all I had, and you tossed it in the trash, you tossed it in the trash yes you did, to give me all your love, is all I ever asked, cause what you don’t understand is..” Ari melanjutkan lirik itu dengan perfect.
Lalu mereka nyanyi bersama, “I’d catch a grenade for ya, throw my hand on a blade for ya, I’d jump in front of a train for ya, you know I’d do anything for ya.”
Lalu musik berhenti. “Sorry, not seterusnya gue ga hafal._.v” kata Justin sambil berdiri.
“That was perfect!!!” kata Ari membelalak, masih dengan suaranya yang serak akibat nangis.
“Thanks,” Justin beralih ke alat musik lainnya.
“Lo mau main apa lagi? O..O” Ari mendengus.
“Hehehe._.v” Justin meraih gitar.
“Semua musik aja lo bisa-__-“ dengusnya lagi.
“Gak kok, gue Cuma bisa drum, piano, gitar, sama terompet,” kata Justin lalu nyengir. “Tebak lagi,” kata Justin lalu memetik senar gitar yang menimbulkan nada indah.
Ari menaikkan alis, lalu nyengir. “We were both young when I first saw you, I close my eyes and the flashback starts Im standing here, on a balcony in summer air.”
Justin melanjutkan, “see the lights, see the party the balls gowns, I see you make your way trough the crowd and say hello, little did I know.”
Ari tersenyum lalu melanjutkan liriknya. “That you were romeo, you were throwing pebbles, and my daddy said stay away from Juliet. And I was crying on the staircase, begging you please don’t go, and I said romeo take me somewhere we can be alone I’ll be waiting all there’s left to do is run. You’ll be the prince and I’ll be the princess it’s a love story baby just say yes….”
“Perfect,” kata Justin terkekeh. Ari ikutan terkekeh juga. “See, music has cheer you up :D” kata Justin yang melihat mata Ari sudah terlihat segar.
“Uhm, yeah, hehe,” Ari tersipu.
“Intinya, gaada yang perlu lo sesalin kok, Rey. Nenek lo meninggal bukan karena lo,” kata Justin melihat wajah Ari masih penuh kesedihan.
“Gue tau,” ucap Ari sambil menundukkan wajahnya.
“Mau gue traktir es krim gak? :D” tawarnya.
“Hmm… ga pengen,” ucap Ari manyun.
“Alah sok ga pengen-..-“ Justin berdiri, disusul Ari yang cengengesan.
Ketika bertemu teman-temannya di lapangan, mereka memanggil-manggil.
“Beeeb! Mau kemana beb?” tanya Matt ke Justin.
“Mau ke kantin weh, mau nraktir anak orang :D” kata Justin bercanda.
“Aku kok gapernah di traktir?:3” Kelsie memasang wajah unyu.
“Ayo lah, tapi bayar sendiri :D” ucap Justin.
Ari yang ngerasa ngga enak sama teman-temannya langsung bicara. “Ju, gue gausah di traktir deh._. ga adil juga, masa mereka ga di traktir?....” kata Ari pelan.
“Woles, Rey,” kata Justin sambil menepuk-nepuk pundak Ari.
“Ahh, nggak deh, ga enak gue sama mereka-.-“ kata Ari lalu beralih.
“……..mm, oke. Gue terharu sekarang-_-“ kata Justin sambil memutar bola mata.
Akhirnya mereka gabung ke 4 temannya main basket. Lingkaran mata panda dibawah mata cokelat Ari terlihat jelas, menunjukkan kesedihan yang begitu melukainya. Bahkan, se-ceria apapun dia sekarang, matanya gak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Sabtu, 09 Juni 2012

Part 3: Spin Bottle

(nb: di part 3 ada sedikit perubahan bahasa-.-v gue capek jadi anak gaul yang kalo bikin story pake sudut pandang “gue” dan memakai bahasa remaja banget. K-_-)
*no POV*
Setelah mandi, Ari keluar dari kamar dan duduk disamping Greyson yang sibuk main ps sama Kodih.
“Apaansih, kak, ganggu aja,” kata Kodi. Jari-jarinya luwes banget bermain di atas stick ps.
“Lah, suka-suka gue, emang rumah punya lo doang?” kata Ari kesal.
“Duh kakak-adek berantem mulu yah-_-“ Greyson cekikikan.
“Dia duluan cari masalah,” kata Ari sambil menyenderkan punggungnya di sofa.
“Berisik,” kata Kodi kesal.
Ari makin bete. Dia memainkan jari-jarinya diatas touchpad (?) -..- diatas layar touchscreen. Hari makin sore, makin gelap. Ari masuk ke kamarnya, menutup gordennya dan menyalakan tv. Setiap sore, Ari emang nggak pernah main ke luar rumah layaknya anak-anak lain. Dia lebih suka nonton tv, main hp, ngobrol, gangguin Greyson (kalau dia belum pulang), gangguin Cody, gangguin kucing tetangga, dan lain-lain.

-skip-

“Rey! Kacang hijaunya tumbuh pesat yeeeey,” Justin kegirangan sambil menarik-narik tangan Ari.
“Oh, baguslah,” kata Ari setengah bete. Dia ingat kata Justin, ‘ini kerja kelompok, bukan kerja individu. Gak adil kan kalo lo yang ngerjain tapi gue yang dapet nilai?’. Itu jleb banget, mengingat 4 temannya yang lain gak ikut kerja sama sekali.
Tiba-tiba Mrs. Anne datang menghampiri meja kelompoknya.
“Kerja bagus,” ucap Mrs. Anne sambil tersenyum.
Lalu ketika pelajaran Mrs. Anne berakhir dan dia menghilang di telan kabut (?) boongdeeeng, gatau deh itu orang kemana-_- Ari ke luar kelas, menuju ruang basket dengan betenya. Ari memang mengikuti club basket di sekolah ini, jadi dia bisa leluasa masuk ke ruang basket tanpa harus ditanya-tanya.
Ketika baru saja dia mengambil basket dari suatu ruangan, dia mendengar langkah kaki.
“Aduh baaang-,- ngapain lo ngikut-ngikuttt-_-“ Ari memasang wajah bete.
“Gue tau lo marah sama yang lain…” kata Justin pelan.
“Jangan sok tau,” kata Ari sambil melambung-lambungkan bola basketnya.
“Rey, kita harus belajar ikhlas. Biarin aja mereka berbuat seenaknya, tapi jangan sampe kita ikut-ikutan begitu juga,” kata Justin ceramah. Ternyata, seusil apapun si Justin, dia cowok yang baik, pikir Ari.
“Iya iya, gue tau,” Ari melempar bola ke ring. “Tapi seenggaknya mereka sadar dong, terima kasih kek, atau apa kek,” lanjutnya. Ari meraih bola yang memantul kembali ke badannya.
“Ya mungkin mereka bakal berterima kasih nanti,” ucap Justin ragu.
“Yekali nanti,” Ari nyengir masam.
“Yaudah, mending lo balik ke kelas,” kata Justin.
“Buat apa?” ujar Ari sambil melempar bola ke ring lagi.
“Ini bukan jam bebas, Arikuh sayangkuh cintaku maniskuuuu. Pinter banget sih duh anak siapa yaaa-..-“ Justin memutar bola mata.
Ari nyengir lalu melempar bola entah kemana sambil berlari menuju pintu. Ketika dia sampai di kelas, Ari mencoba tersenyum sama teman-temannya.
“Rey, thanks yo, kita dikasih nilai A+. Trus sorry kita kemarin gak bantu, gue bener-bener sibuk,” ucap Kelsie tersenyum. Ari membalas senyumannya.
“Iya, Rey, we laf yu{}” Sabrina tersenyum. Yang lainnya mengangguk.
“Lain kali kita ngga gini lagi deh,” timpal Oliver.
“Iya, gapapa,” kata Ari sambil duduk. Dia melirik Justin yang menjulurkan lidah, seolah bilang, “bener kan apa kata gue?”
“Ah, ayolah jangan bermuka bete, main sesuatu yuk,” kata Matt sambil membenarkan posisi duduknya.
“Main apa bungggg,” kata Ari bosan.
“Spin bottle?” Kelsie mendelik.
“Ayo ayo ayoooo!” Sabrina ngerusuh.
“Nih pake botol gue deh,” kata Kelsie. “Aturannya gini, misalnya gue muter botolnya nih, trus berhenti di Oliver, maka gue harus cium Oliver di pipi,” kata Kelsie panjang lebar.
“KALO GUE YANG DAPET OLIVER GIMANA???” Justin panic at the disco (?) -_-
“Harus mau!” ucap Kelsie. Kejam.
“Hmm, boleh lah-.-“ Ari menghela nafas.
“Dari yang paling muda. Who was born in January?” tanya Kelsie.
“Aqhuu!” Matt berubah jadi alay. Ampuni Matt yaowoh………..

*Ari’s POV*
Dag dig dug hatikuuuu~ dag dig dug hatikuuu~ -_- sumpah, gue deg-degan. Apa kata dunia kalo gue yang dapet? Apa kata Justin? Dia pasti ketawa abis-abisan, secara dia baru aja kemarin ngeledekin gue mantannya Matt. Shitty.
Matt belum memutar botolnya. Gue keringet dingin, menggigit bibir.
“Gausah nervous dong Areyyy;;)” Justin menggodai gue.
“Cot-___-“ gue mendengus padanya.
“HAHAHA panik masa mukanya~” Justin tertawa diatas kegemeteran gue.
“Fck u,” ucap gue sambil melempari Justin dengan gulungan kertas.
Tiba-tiba Teletubbies datang menghibur gue.
“KAMUH~ KAMUH~ HIPNOTIS AKUUUH~ KAMUH KAMUH HIPNOTIS AKUUUUH~” para Tabi yang harusnya unyu unyu malah jadi ngondek dengan nari-nari.
Jantung gue terasa berhenti ketika botol berhenti di depan Kelsie. OHHH, THANKS GOD!
“Yaaah dapet Kelsie,” Justin mendengus.
“Yah beb jangan cemburu :’(“ canda Matt.
“Ngga ko beb :’(“
“……….”
“……….”
Semua hening. Matt sama Justin kalo udah kambuh homo-nya ngeri banget sumpah…….
“Ayo ayo ciummm;;)” Sabrina tiba-tiba nyaris teriak, membuat sekeliling menoleh.
“Ngga ah-,- apa bae,” Matt manyun.
“Cium Arey aja kalo gitu HAHAHA!” Justin ketawa-ketiwi bangga.
“Sutttt-,,-“ gue mendorong-dorong Justin saking kesalnya.
“Cium elah, lama pisannn-,-“ gerutu Oliver.
Kelsie panic at the disco. Dia megangin pipinya yang merah unyu unyu. Gue mencengo, ikutan panik, mungkin karena gue sama Kelsie punya semacam ikatan batin-..- oke ngawur.
“Ciummm!” Oliver berkoar-koar.
“Okay okay-_-“ Matt ngalah.
Gue menutup setengah wajah gue dengan buku, membayangkan gimana rasanya jadi Kelsie. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA-.-
Akhirnya setelah melalui detik detik menegangkan buat Kelsie, dia dicium juga. Gue dan Justin paling rusuh, ngakak-ngakak nyaris jungkir balik.
“HAHAHAHAHAHA!”
“HAHAHAHAHAHHA!”
“Apa sih ha-,-“ pipi Matt memerah.
“Lo liat gak muka Kelsie waktu dicium? Konyol abis! HAHAHAHAHA!” gue bicara sama Justin sambil tersendat-sendat karena tertawa.
“IYA HAHAHAHAHAAHAHAH!” Justin memukul-mukul meja karena perutnya kesakitan.
“Udah udah lanjut-..-“ Kelsie mengambil botolnya yang jatuh dengan emosi.
“Siapa yang Februari?” Kelsie menatap kita semua. Tapi tatapannya berhenti ketika melihat gue sama Justin masih ngakak tiada henti tiada tara (?) -..- “eh lu berdua-..- cepetan mau main gak?!” ujar Kelsie galak, lalu dia nyengir.
“Iya iya ampun xD” ucap gue di sela-sela tawa.
“Februari gak ada nih? Yaudah. Siapa yang lahir di Mareeeet?!” Kelsie teriak.
“Gue gue. HAHAHAHAHAHAHA…..” Justin masih ketawa-tawa.
Tiba-tiba hasrat pengen ketawa gue hilang lagi. Ada hasrat galau tiba-tiba… (?) pikiran gue kacau, gimana kalo gue yang dapet? Tapi Teletubbies datang menghibur. Dia membawa rombongannya; Cagur Direction. Terdiri dari 3 personil yang kece-kece; Wendi, Deny dan Nardji.
“K, Justin. Spin the bottle,” kata Kelsie yang mulai calm down.
Gue keringet dingin. Gue menggigit bibir.
“HUANJIRRRRR!” Justin mengheboh.
“HAHAHAHAHAHA!” Sabrina guling-guling ngakak.
“APA? APA?” gue menatap semuanya.
“CALLING BAD ROMANCE~~~” Kelsie nyanyi.
Gue menatap botol itu. Menghadap ke Matt. Omfg. Cant even.
“SHITTTT HAHAHAHAHAHAHAHA!” gue guling-guling di atap rumah Anang-Ashanti.
“Wohoooo! Hahahaha!” Oliver cekikikan.
“Bubar ah-_-“ Justin melipat tangan.
“HAHAHAHA curang gaboleh bubar :p” kata gue semangat.
Justin melirik gue kesal. “Aku cium Arey aja boleh ya?:*” candanya lalu memasang wajah bete lagi.
“Ihhhh najizzz xD” gue menahan tawa.
Akhirnya setelah mau dibujuk, Justin mau juga. Satu kecupan homo mendarat di pipi Matt, dan gue serasa ga punya perut saat itu. Gue ngakak kronis. Air mata gue keluar. Wajah gue memerah. Gue mulai keringetan.
“Rey, gausah napsu kalo ngeliat gue dicium Justin-_-“ kata Matt yang mungkin enek liat gue tawa-tawa terus dari tadi.
“HAHAHAHAHA. Oke. Udah ga lucu-,-“ gue menenangkan diri.
“Okeey, next siapa yang April?” tanya Kelsie.
“Meee, 23rd of April (:” gue mengangkat tangan.

*no POV*
Ari meraih botol yang daritadi berputar-putar dan membuat setiap anak tertawa. Jantungnya mau copot, memikirkan bagaimana kalau dia dapat Matt. Tapi Ari mencoba take it easy. Dia memutar botolnya dengan cepat, tapi ketika botolnya mau berhenti, Mr. Ben—guru bahasa Inggris kelas 2C datang.
“Fuuuuu!” Justin mendengus. Dia udah menunggu momen yang dia tunggu-tunggu, siap menertawakan kalau Ari mendapatkan Matt nanti. Tapi semua gagal karena Mr. Ben datang dan merusak semuanya-_-
“Yes yes yes” Ari menari-nari girang.
“Yahhhh,” semuanya mendengus.
“My luckiness,” ucap Ari bangga.
“Sit down, everyone!” Mr. Ben bicara.
“Besok lanjut-_-“ ucap Justin pada semuanya, lalu berbalik ke mejanya.
Ari cengengesan. Lalu dia membuka tasnya perlahan dan mengambil buku dari dalamnya. Bau sandwich menyeruak. Gara-gara games tadi, bahkan Ari lupa buat makan siang. Tapi dia buru-buru menutup tas itu dan duduk anteng, lebih tepatnya, “sok” anteng.

bieber on ellen


AKHIRNYA! Setelah penantian panjang dan idup-mati laptop gue, ini bisa dibuka juga. Gue ga lama-lama bacot, langsung aja ya!


Okay, let's start from the start. Ini foto-foto Justin dari pertama kali dateng dan segala macemnya :)

Justin backstage at Ellen Show!
Vanessa doing final touches on Justin at Ellen Show
Vanessa doing final touches on Justin at Ellen Show

Okay, lo tau gak kalo Justin di Ellen hari ini adalah sekalian graduation nya gitu. Itu kocak sih sebenernya hhahaha :p Cekidot gan!

justin graduating on Ellen
justin graduating on Ellen

“Don’t miss my surprise graduation ceremony for Justin Bieber tomorrow!”

looks like Jerry need some air over there ROFL
Oh and this is the teaser video :)



Part 2: kasih sub-judul sendiri lah gue bingung-,-

Hari ke-4 kacang hijau milik kelompok gue udah tumbuh 1,2 cm. Yang lain udah pada tinggi-tinggi, cuma punya gue doang yang kerdil:/
"Rey, gue ada latihan futsal," kata Oliver lalu dia pulang.
"Gue mau les piano nih," kata Kelsie menyusul Oliver.
"Gue mau bikin kue nih, pak SBY mau dateng," Sabrina nyusul Kelsie.
"Gue mau ke kamar mandi dulu ya Rey," kata Matt lalu menghilang.
Gue mengelus dada, lalu melirik satu makhluk yang masih berdiri di depan gue.
"Jangan bilang lo mau pulang juga," kata gue sinis.
"Gak kok Rey.__. gue kan baik._." kata Justin lalu duduk sambil nyengir.
"Yaudah gih ukur dulu, ntar gue yang catet," kata gue yang terlanjur betmut.
Gue menatap ke luar jendela. Ada Matt yang lagi berlari ke luar gerbang. Wah, tuh anak..............malah kabur-,,-
"Wah, si Matt kabur.........." gumam gue lalu duduk di depan Justin.
"Masih 1,2cm Rey," kata si Justin sambil meletakkan penggarisnya.
"Serius? Ih bete," kata gue lalu membuka buku kelompok.
Setelah mencatat kolom hari ke-4, gue dan Justin ngerusuh di kelas. Anak ga waras gini nih kalo digabungin..................
Serasa artis, gue sama Justin menjadikan sapu sebagai mic, kita nyanyi2 lagu Michael Jackson berasa di konser sampe naik2 meja........
"Eh btw, kayaknya lo suka banget MJ ya?" gue sotoy.
"Banget," jawab Justin. "Pengen banget Rey ketemu dia, trus tour keliling dunia bareng," lanjutnya.
"Pernah nonton konsernya?" tanya gue.
"Ih waktu tahun 97 inget gak lo MJ ngadain konser di Canada? Nah ituuu, Dad gue nonton, gue ga diajak karena gue masih umur 3tahun saat itu-_-" Justin tiba-tiba curcol........
"Dan lo belum tau siapa itu MJ saat itu...." tambah gue.
"Iya-_- kalo lo suka siapa? Jangan bilang lo suka gue........" ucap Justin gaje.
"Gue suka Krisdayanti sama Bruno Mars, Tin-,- doain aja mereka duet," kata gue lalu melanjutkan nyanyi-nyanyi pake sapu.
"Eh, Rey, ngomong-ngomong lo punya pacar?" tanya Justin di tengah-tengah nyanyinya.
Krik. Kenapa orang ini nanyain pacar........................
"Emang kenapa? Lo mau jadi pacar gue?¬_¬" ledek gue dengan muka serius.
"Ngahahaha-.-v nanya doang, abis kayaknya dari kelas 1 lo belum pernah deket sama cowok, ya?" kata Justin. Dia menggali info tentang gue banget kayaknya....................gue merasa ng-artis sekarang.
"Kata siapa sotoy :p" ujar gue lalu tertawa.
"Eh.........mantannya Matt ya?=))" ucapnya ngeledek.
"Sutttt-,,,,-" gue melemparnya pake penghapus papan tulis.
"Eeeh bener kan? Lolololol=))" Justin guling-guling di lantai sambil ngakak..........bahagia sekali dia macam di dufan :')
Oke gue males cerita flashback, tapi emang faktanya Matt itu mantan gue waktu kelas 1. Sudah sudah-,,,,-
Hening.
"Pulang yuk-,-" kata gue bete setelah kita ngomongin soal Matt tadi.
"Yah bete masa mukanya(‾▿‾)-σ" ledek Justin sambil ketawa-ketiwi.
Gue memutar bola mata lalu meraih tas dan berjalan menuju pintu. Justin menyusul gak lama kemudian.

*besoknya*

"Udah lo pada pulang aja," kata gue ketika bel pulang dibunyiin.
"Kok gitu? Trus yang ngurusin kacang hijaunya siapa?" tanya Kelsie.
"Woles," kata gue sambil tersenyum.
"Lo marah ya......" Matt melihat ke gue.
"Enggak," jawab gue datar.
"Serius?" Kelsie menatap gue ragu.
"Iyaaa," kata gue. "Lo juga pulang aja," gue melirik Justin.
"Ah, okelah, kebetulan mau nonton Pocong Mumun episode lagi seru-serunya," ucap Sabrina kegirangan. Gue nyengir.
"Yaudah Rey balik dulu yak~ dadah~ bae bae yak~" si Kelsie pun berubah jadi Betawinese.
"Iyaa, hati-hati ya," kata gue datar, lalu duduk sambil menatap kacang hijau gue yang bertumbuh pesat tiba-tiba.
"Gue bantu, Rey," kata Justin sambil mengambil penggaris.
"Gausah, apa sih lo-_-" kata gue malas.
"Ini kerja kelompok, bukan kerja individu. Gak adil kalo lo yang ngerjain, tapi gue yang dapet nilai," kata Justin ngocol-..-
"Yang lain woles woles aja tuh," kata gue sinis.
"Buat gue enggak. Gue kan baik hati :33 makanya lo kalo punya cowok kaya gue, baik hati ramah dan tidak sombong :33" Justin mulai ngelantur dan itu selalu bikin gue ngakak.
"Lo gedenya mau jadi apa sih? Pelawak?=))" kata gue setelah tawa reda.
"Penyanyi=))" jawabnya.
"Kalo gak kesampean?" tanya gue kepo.
"Emm, koki mungkin?" kata Justin lalu tertawa kecil. Gue nyengir dan berpikir......... Ini anak asik banget dari kemarin, boleh lah dijadiin gebetan baru.......... Tapi setan gue bilang; its not the time to move on. Setan sok tau..........gue udah move on dari Matt. Oke lupakan soal gebetan, jadiin dia "teman dekat" jauh lebih baik dari jadiin dia "gebetan." K.
Tiba-tiba jendela kelas ada bercak-bercak air. Diluar gerimis.
"Balik oi balik bubar bubar," gue buru-buru membereskan buku dan memasukannya ke tas.
Ketika hampir sampai di gerbang, hujan makin gede. Ada pikiran kacau di benak gue...........secara gue bawa jaket, apa gue payungan pake jaket sama si Justin aja ya, biar kaya di tipi tipi?:/ nggak. Itu ide buruk. Kesannya gue nyari kesempatan banget gitu-_-
Alhasil kita hujan-hujanan, dan Mommy marah-marah.
"Bajumu basah, kan, Rey! Aduh!" mami menggerutu sendiri-_-
"Yaudah aku mau mandi-__-" kata gue malas.
"Jangan lupa keramas! Rambutmu bisa rusak kalo kena hujan trus gak buru-buru di cuci," kata Mommy lagi. Gue mengangguk-angguk sambil menaikki tangga.
Gue melihat dua tuyul kecil lagi main ps. Emang kerjaan mereka nih main ps mulu.............
"Eiii chibi :*" gue mencubiti pipi si Greyson seolah dia adik gue sendiri.
"Basah tangan lo kak-,-" si greyson ngelap pipinya.
"Cubit pipi gue ajaaa, free, mau basah atau enggak(:" si Kodi promosi.
"Apa si? Pen bet?" gue menatap jijik.
Greyson tawa-tawa dan Kodi cemberut. Kalo lagi cemberut mukanya berubah jadi mirip Afgan....................iuh boong deng-.-
Lalu gue masuk ke kamar dan membilas badan, biar ga masuk angin qq :*

Part 1 "kenaikan kelas"

iseng2 mau bikin cerita wkwk =))

28 januari 2008.
dag dig dug serrrr (?) hari ini pengumuman kenaikan kelas sekaligus pembagian kelas. nilai anak-anak udah terpampang di mading. jirr, malu abis kalo nilai gue jeblok.
"kels, nyelip yuk" ajak gue sama si Kelsie untuk nyelip demi melihat secarik kertas nilai *-*
"guys, kalian di 2c!" tiba-tiba Louis datang sambil mendekati gue dan Kelsie.
"gue sekelas sama dia?!" gue nunjuk Kelsie. Louis mengangguk. "YES~ sik asik~" gue pun goyang iwak peyek. sorry, goyang gayung udah ga jaman cyin.
"thanks Louis!" gue pun pergi sama Kelsie, nyari 2c. kita bahhhkan udah ga peduli lagi nilai ujian kita berapa......
dan.........krik. hening. 2c sumpek abis. tapi untungnya gaada bocah2 c4y4nkh k4muWh, dan gaada bocah2 tukang nge-bully.
"duduk dibelakang aja Kels" kata gue lalu mendaratkan pantat dikursi paling belakang. gue suka yang mojok-mojok ya............
"gila, kelas apa kandang kambing ini-..-" Kelsie menggerutu.
"kandang ayam" timpal gue lalu kita nyengir.
di depan gue ada Sabrina yang dulunya di 1a dan Oliver yang dulu di 1b.
"Sabrina, Oliver, kalian disini?" gue mengalihkan mereka.
"Arey! Kelsie!" pekik Sabrina.
"Ciee, sekelas lagi._." Oliver menggoda gue sama Kelsie.
"iyadooooooong B-)" gue tersenyum bangga.

***
introduce self dulu yah :3 haloooo gue/aku/beta/gw/w/aqhuuw Ariana Maradova (tambahin Simpson juga boleh, adek gue si Kodih soalnya-_-). panggilan gue Ariana. cuma katanya kepanjangan 5cm, makanya dipotong jadi Ari.tapi, nama 'Ari' pun belum puas juga, katanya takut nyamain Ari Lasso. finally temen2 gue panggil 'Arey', mereka pikir nama itu lebih keren :p
gue jalan 14th bulan April depan. dan gue duduk dibangku sekolah menengah tingkat 2. lo sebut aja SMP kelas 2. oke kok gue ribet yaa-..-
gue dari Brazil, pindah ke Canada 2 tahun lalu waktu gue kelas 6. daerah tempat gue tinggal ini namanya Stratford, Toronto. gue tinggal sama mamih papih adikh gueh.
soal fisik.... gue cewek latin, walaupun kulit gue gak cokelat2 amat, tetep aja wajah gue wajah latin. malah bukan latin, mungkin wajah Asia yang manis manis gimana gituh :3 oke gue gajelas. rambut gue bergelombang warna coklat tua, mata cokelat rada item, dan bibir gue sensual kaya Angelina Jolie. boong deng.
udahan woy introduce-nya, kebanyakan entar pusing lo-_- kembali ke laptop.

***
"Seneng ya kita sekelas._." ucap Sabrina.
"Iya.__." gue dan Kelsie mengangguk setuju.
"Untung gue sama Oliver enggak misah," kata Sabrina lagi. Dia sama Oliver emang berteman baik dari dulu.
"Itu di depan lo siapa? Justin?" Kelsie tiba-tiba menunjuk ke cowok di depan Sabrina dan Oliver.
"Iya. Justin sama Matt," kata Sabrina.
"Yahahahah sian amat itu Bieber misah sama si Charles sama Ryan x))" kata Kelsie ketawa.
"Ngomongin gue lo?-___-" si Justin nengok, lalu menatap gue. "Eh ada Arey=))" ledeknya tiba-tiba. Apasalah gue? Щ(ºДºщ)
"Apa sih ha?-___-" gue memasang muka malas.
"Ga ketimpuk bola lagi, Rey?=))" ledeknya lagi.
Jir. Kemarin temennya justin--Ryan gak sengaja nimpuk basket ke gue sampe gue masuk UKS. Malu-maluin.
"Cot-,-" gue memalingkan wajah.
Tiba-tiba entah mengapa si Justin sama Matt jbjb ke bangku gue, Kelsie, Sabrina, dan Oliver.
"Eh, Kelsie, makin cakep aja, Kels=))" canda Matt.
"Emang gue cakep o'on=))" Kelsie memasang wajah innocent yang malah terlihat mirip Dorce. Ampuni Kelsie, yaowoh.........
"Cerita2 yuk," kata Kelsie. Dia paling jago soal cerita..............
"Cerita apaaa," timpal gue.
"Boleh gak sih pindah kelas? Gak danta abis, Chaz sama Ryan sekelas. Gue masa kepisah sendiri-_-" tiba-tiba si Justin curhat mencurhat.
"Itu sih derita lo, kita nggak ngurusin. Ada yang lain?=))" Sabrina bicara. Justin memasang wajah malas, mirip Wendi Cagur. Ampuni Justin yaowoh...........
Gak beberapa lama kemudian, Ms. Katy Peyek (?) Katy Perry datang. Oke jangan Katy Perry, kebagusan. Hmm, Ms. Anne. Ms. Anne datang, dia wali kelas yang baru. Rambutnya warna oranye, bahkan kalo diliat dari jauh dia mirip personil trio macan yang rambutnya warna warni itu. Ampuni Ms. Anne yaowoh.......... #baimlovers #okeguegajelas #lanjutkan
"Selamat datang di kelas baru!:)" sapa Ms. Anne. "Saya Ms. Anne, wali kelas kalian yang baru. Satu semester ini kalian belajar bla bla bla...." dia bertutur panjang lebar. "Nah gitu. Hope you like your new class ya!;)" lanjutnya.
Lalu tiba-tiba aja free time....... Kelas rusuh. Guru2 gak ada. Ms. Anne hilang ditelan kabut (?) kagadeng, dia keluar kelas dan entah kemana gak balik2. Gue ga paham, itu guru rada2 engga jelas. This is USA coy *uwooo*, masih ada aja guru kaya gitu? Ke a kam se u su pe a pay.

-skip-

Gue melempar tas ke sofa lalu ke dapur dan ambil minuman. Gue keluar dari dapur sambil membawa jus kaleng di tangan. Mamih melipat tangan sambil menatap gue.
"Apa?-_-" gue menatap bingung.
"Kebiasaan, pulang sekolah kok kayak preman. Sepatu di kursi, tas di lempar, seenaknya ke dapur. Kamu tuh cewek, ganti baju dulu kek," ucap Mamih mulai gajelas.
Gue cuma diam, lalu mengambil tas dan naik ke atas. Adik gue, si Cody yang rambutnya kaya jamur(an), duduk santai sambil main ps.
Kadang bingung, Cody hidupnya tentram2 aja sama mamih papih, gapernah dimarahin, blahblah. Tapi faktanya emang adik bisa melakukan segala kesalahan tanpa dimarahin. Lah gue? Gue numpahin air aja dimarahinnya udah kaya gue abis nyolong iPad orang *-* life isn't fair broh. Lanjutkan.
Gue masuk ke kamar sambil melempar tas ke kasur. Gue menutup jendela kamar, menyalakan tv, dan tiduran tanpa ganti baju. Cengo di kamar tanpa ada tv itu gak enak.
Kamar gue ber-cat biru sapphire or apalah itu, gue gak tau tulisannya. Dan kamar gue penuh sama poster dan foto bang Bruno Mars Yupiter Saturnus Uranus, secara gue cinta hidup sama dia. Beberapa foto unik yang gue pajang berurutan itu........ Waktu Bruno makan gurame bakar di Starbucks sama waktu Bruno nyinden di OVJ. Cute.
"Ari, makan dulu!" teriak Mamih mengagetkan gue.
"Ari makan noh Ari~" gue mendengar suara Cody berbicara begitu.
Gue segera berdiri, buru-buru mengganti baju.
"Ari lama bingidh, makan noh~" si Cody mulai membawel.
Gue keluar kamar dengan sangarnya macam preman.
"Ari makan tuh Ari~" si Cody masih promosi soal makan.
"GUE DENGER KODIH~" teriak gue lalu turun ke bawah.
"BIASA DONG ARIH~" balas Cody dari atas sana.
"Diemin aja," ucap Mamih mencoba menahan marah gue.
Gue mengambil piring, lalu duduk di meja makan. Gak lama kemudian ada yang ngetuk pintu. Gue berdiri dan membukanya.
"Aaaaaaaaaa Greyson Chibi! :*" gue mengheboh ria melihat temen Cody yang super unyu itu.
"Chance woy-_-" si Greyson meralat.
"Ah biarin, kamu kan unyuh unyuh kayak Chibi :*" gue mencubit pipinya.
"Codyyyyyy kakak lu pedofil codddd :'(" si Greyson garuk2 tembok. Ini anak kenapa............
"Misih," Cody menyingkirkan gue. "Lah elu cen._. ngapain?" Cody mulai ngobrol sama si Greyson.
"Udah lu berdua maen aja sono gausah balik," ucap gue jbjb.
"Jangan main dirumah lu ah Cod, kakak lu serem-_-" kata si Greyson. Dia mulai ngeri sama gue ternyata............. Akhirnya gue memilih pergi ke dalam daripada bikin si Greyson ketakutan terus. Dasar ganteng, muka muda begini dibilang pedofil. Iuhh-_-

***

"Kelompok Science dibagi jadi beberapa kelompok. Satu kelompok 5 sampe 6 orang," ucap si Ms. Katy Peyek yang ternyata guru Science. Eh, bukan Katy, tapi Ms. Anne. Sesuatu banget gue keinget si Katy terus.........
"Yah udah deh ini mah kita kelompokan sama mereka._." kata Kelsie.
"Emang mereka kenapa? Mereka baik-baik aja," kata gue.
"Justin itu rusuh, Matt apalagi, cuma Oliver yang paling mending._." ucap Kelsie lalu nyengir. Gue memutar bola mata lalu mengeluarkan buku.
Meja diatur berkelompok. Gue duduk di samping Kelsie, sebelahnya Kelsie ada Oliver. Sebrang gue Sabrina, Matt dan Justin.
Praktek Science-nya itu memperhatikan pertumbuhan kacang hijau yang ditanam di atas kapas. Ini materi basi banget.
"Ih kacang ijonya unyu unyu._." Justin mulai norak. Dia terus menatapi kacang hijau itu dengan teliti.
"Sampe ilang satu kacangnya, gue giling lo di penggilingan padi-..-" ancam Sabrina. Justin mengangguk-angguk sambil terus menatapi kacang ijonya.
"Setelah kapas dimasukkan di gelas, tabur biji kacang hijaunya," ucap Ms. Anne. "Lalu kasih air," lanjutnya. "Nah, taruh di sepanjang depan jendela situ. Liat perkembangannya tiap hari. Catat di buku kelompok," ucapnya lagi.
"Setdah, engga modal bener nanem ginian di kapas-__-" Matt menggulung-gulung kapas yang udah gak dipake.
"Maklumin aja, Ms. Anne itu emang kadang rada2-___-" sahut gue lalu semuanya ketawa.
Besoknya, pulang sekolah, kelompok gue mencatat perkembangan si kacang hijau yang mulai tumbuh walaupun gak sampe 1cm. Gue menambahkan air sampe kacangnya tenggelam.
"Jangan disiram terus," kata Justin.
"Kenapa?" gue menatapnya bingung.
"Nanti mati," kata Justin. Hening. "Kayak cintaku yang mati akibat disiram terus menerus sama cintamu u,u"
EAAAA~ IWAK PEYEK~ IWAK PEYEK~ IWAK PEYEK NASI JAGUNG~
"Hahahahahahahahahahaha!" semuanya ketawa termasuk gue.
"Ngihihi serius, jangan disiram terus nanti mati._." ucap si Justin ditengah tawa kita semua.
Gue ngakak sampe guling2 di lantai kelas. Perut gue sakit akibat ketawa. Setiap udah berhenti ketawa, ada aja yang bikin ketawa lagi-..-
"Udah eh woy, sakit jirrrr!" Kelsie memegang perutnya sambil ketawa2.
Padahal itu tadi gak lucu, tapi karena ekspresi muka Justin yang serius bikin perut serasa ada mixernya.
"Pulang yuk-..- gila kita disini," Oliver mengajak.
Akhirnya gue dan yang lain pulang. Gue rasa, dapet di kelas 2C gak buruk-buruk amat lah walaupun kelasnya sumpek:-)

Minggu, 27 Mei 2012

boyfriend remix

Well here go people, secara kemarin Boyfriend Remix keluar, lo boleh deh nih dengerin sambil nyanyi-nyanyi :)



And here the lyrics!

[2 Chainz]
Nine times out of ten, you a ten
If you scared, open up pills so you in
I wiggle it in, then get with your friend
Laugh now, cry later I hope you're ticklish then--
Lets figure it out, I figured it out
Shawty so thick she put a dent in my couch
Dig in my wallet, I'm diggin' her probly,
I told her lets kick it, karate! (damn)
Got a black belt on, versace! (uh)
Wanna get my eat on, hibachi!
Two chainz on with a pinkie ring
If Im your boyfriend you can have anything!
Anything, everything
I can upgrade you to better things
You hear that 
wedding ring?
And if you answer, we're settling

[Pre-Chorus]
I’d like to be everything you want
Hey girl, let me talk to you

[Chorus]
If I was your boyfriend,
 never let you go
Keep you on my arm girl, you’d never be alone
I can be a 
gentleman, anything you want
If I was your boyfriend, I’d never let you go, I’d never let you go

[Mac Miller]
Yo I’m getting money, all these honeys say 
they love me
Buda belly, how I’m lucky, girls be rubbing on my tummy
I can be your man, get you everything you need
Have you ever had a rollie, ? 
on your feet
And you can be my queen, couple thousands on the jeans
Cause I’m down to do some spending on the woman of my dreams
Marvin told us we should 
get it on, right here in the restaurant
Ain’t no point in waiting baby I can get you what you want
Leprechaun gold I got leprechaun gold,
And I came out hot like I was stepping on coals
But I never got cold, keeping extra long gold
For a rainy day, need a vacation,
Name a place we can go, where I’m tryna take you
We gonn need a 
boat, independent rap shit
My life is like the Beatles though,
Invest a big check to make sure you get fresh
Cause if I was your boyfriend, I’d treat you like a princess

[Pre-Chorus]
I’d like to be everything you want
Hey girl, let me talk to you

[Chorus]
If I was your boyfriend, never let you go
Keep you on my arm girl, you’d never be alone
I can be a gentleman, anything you want
If I was your boyfriend, I’d never let you go, I’d never let you go

[Asher Roth]
now we can be like selena and beibs, wild and free a couple disobedient teens
sneakin' out to meet around like two o' clock in the eve
paparazzi ain't a 
problem, we just hide on the beach
girl you hotter than me, lets go fly over seas
or just slide up in the closet, never finding the key
'cuz seven minutes in heaven ain't enough when we're together
kisses to the forehead when i slide my hands to second
wait a second, smileys in a text
i kinda be in a rest, i lyin' girl im obsessed
stylish sundresses, legs in jean shorts
please pick me, loves a team sport
i'll be your boyfriend, jokes and pillow talk
lay around in our undies, chill play tony hawkl
dance slow in the dark, come roll with the roth
'cuz when that falsetto hits, ya'll know who to call
jb

[Pre-Chorus]
I’d like to be everything you want
Hey girl, let me talk to you

[Chorus]
If I was your boyfriend, never let you go
Keep you on my arm girl, you’d never be alone
I can be a gentleman, anything you want
If I was your boyfriend, I’d never let you go, I’d never let you go

[Justin Bieber]
So give me a chance, ‘cause you’re all I need girl
Spend a week wit your boy I’ll be calling you my girlfriend
If I was your man, I’d never leave you girl
I just want to love you, and treat you right

[Chorus]
If I was your boyfriend, never let you go
Keep you on my arm girl you’d never be alone
I can be a gentleman, anything you want
If I was your boyfriend, I’d never let you go, never let you go

Na na na, na na na, na na na
Ya girl
Na na na, na na na, na na na ey
Na na na, na na na, na na na ey
Na na na, na na na, na na na ey

If I was your boyfriend