Hari ke-4 kacang hijau milik kelompok gue udah tumbuh 1,2 cm. Yang lain
udah pada tinggi-tinggi, cuma punya gue doang yang kerdil:/
"Rey, gue ada latihan futsal," kata Oliver lalu dia pulang.
"Gue mau les piano nih," kata Kelsie menyusul Oliver.
"Gue mau bikin kue nih, pak SBY mau dateng," Sabrina nyusul Kelsie.
"Gue mau ke kamar mandi dulu ya Rey," kata Matt lalu menghilang.
Gue mengelus dada, lalu melirik satu makhluk yang masih berdiri di depan gue.
"Jangan bilang lo mau pulang juga," kata gue sinis.
"Gak kok Rey.__. gue kan baik._." kata Justin lalu duduk sambil nyengir.
"Yaudah gih ukur dulu, ntar gue yang catet," kata gue yang terlanjur betmut.
Gue menatap ke luar jendela. Ada Matt yang lagi berlari ke luar gerbang. Wah, tuh anak..............malah kabur-,,-
"Wah, si Matt kabur.........." gumam gue lalu duduk di depan Justin.
"Masih 1,2cm Rey," kata si Justin sambil meletakkan penggarisnya.
"Serius? Ih bete," kata gue lalu membuka buku kelompok.
Setelah mencatat kolom hari ke-4, gue dan Justin ngerusuh di kelas. Anak ga waras gini nih kalo digabungin..................
Serasa artis, gue sama Justin menjadikan sapu sebagai mic, kita nyanyi2
lagu Michael Jackson berasa di konser sampe naik2 meja........
"Eh btw, kayaknya lo suka banget MJ ya?" gue sotoy.
"Banget," jawab Justin. "Pengen banget Rey ketemu dia, trus tour keliling dunia bareng," lanjutnya.
"Pernah nonton konsernya?" tanya gue.
"Ih waktu tahun 97 inget gak lo MJ ngadain konser di Canada? Nah ituuu,
Dad gue nonton, gue ga diajak karena gue masih umur 3tahun saat itu-_-"
Justin tiba-tiba curcol........
"Dan lo belum tau siapa itu MJ saat itu...." tambah gue.
"Iya-_- kalo lo suka siapa? Jangan bilang lo suka gue........" ucap Justin gaje.
"Gue suka Krisdayanti sama Bruno Mars, Tin-,- doain aja mereka duet," kata gue lalu melanjutkan nyanyi-nyanyi pake sapu.
"Eh, Rey, ngomong-ngomong lo punya pacar?" tanya Justin di tengah-tengah nyanyinya.
Krik. Kenapa orang ini nanyain pacar........................
"Emang kenapa? Lo mau jadi pacar gue?¬_¬" ledek gue dengan muka serius.
"Ngahahaha-.-v nanya doang, abis kayaknya dari kelas 1 lo belum pernah
deket sama cowok, ya?" kata Justin. Dia menggali info tentang gue banget
kayaknya....................gue merasa ng-artis sekarang.
"Kata siapa sotoy :p" ujar gue lalu tertawa.
"Eh.........mantannya Matt ya?=))" ucapnya ngeledek.
"Sutttt-,,,,-" gue melemparnya pake penghapus papan tulis.
"Eeeh bener kan? Lolololol=))" Justin guling-guling di lantai sambil ngakak..........bahagia sekali dia macam di dufan :')
Oke gue males cerita flashback, tapi emang faktanya Matt itu mantan gue waktu kelas 1. Sudah sudah-,,,,-
Hening.
"Pulang yuk-,-" kata gue bete setelah kita ngomongin soal Matt tadi.
"Yah bete masa mukanya(‾▿‾)-σ" ledek Justin sambil ketawa-ketiwi.
Gue memutar bola mata lalu meraih tas dan berjalan menuju pintu. Justin menyusul gak lama kemudian.
*besoknya*
"Udah lo pada pulang aja," kata gue ketika bel pulang dibunyiin.
"Kok gitu? Trus yang ngurusin kacang hijaunya siapa?" tanya Kelsie.
"Woles," kata gue sambil tersenyum.
"Lo marah ya......" Matt melihat ke gue.
"Enggak," jawab gue datar.
"Serius?" Kelsie menatap gue ragu.
"Iyaaa," kata gue. "Lo juga pulang aja," gue melirik Justin.
"Ah, okelah, kebetulan mau nonton Pocong Mumun episode lagi seru-serunya," ucap Sabrina kegirangan. Gue nyengir.
"Yaudah Rey balik dulu yak~ dadah~ bae bae yak~" si Kelsie pun berubah jadi Betawinese.
"Iyaa, hati-hati ya," kata gue datar, lalu duduk sambil menatap kacang hijau gue yang bertumbuh pesat tiba-tiba.
"Gue bantu, Rey," kata Justin sambil mengambil penggaris.
"Gausah, apa sih lo-_-" kata gue malas.
"Ini kerja kelompok, bukan kerja individu. Gak adil kalo lo yang ngerjain, tapi gue yang dapet nilai," kata Justin ngocol-..-
"Yang lain woles woles aja tuh," kata gue sinis.
"Buat gue enggak. Gue kan baik hati :33 makanya lo kalo punya cowok kaya
gue, baik hati ramah dan tidak sombong :33" Justin mulai ngelantur dan
itu selalu bikin gue ngakak.
"Lo gedenya mau jadi apa sih? Pelawak?=))" kata gue setelah tawa reda.
"Penyanyi=))" jawabnya.
"Kalo gak kesampean?" tanya gue kepo.
"Emm, koki mungkin?" kata Justin lalu tertawa kecil. Gue nyengir dan
berpikir......... Ini anak asik banget dari kemarin, boleh lah dijadiin
gebetan baru.......... Tapi setan gue bilang; its not the time to move
on. Setan sok tau..........gue udah move on dari Matt. Oke lupakan soal
gebetan, jadiin dia "teman dekat" jauh lebih baik dari jadiin dia
"gebetan." K.
Tiba-tiba jendela kelas ada bercak-bercak air. Diluar gerimis.
"Balik oi balik bubar bubar," gue buru-buru membereskan buku dan memasukannya ke tas.
Ketika hampir sampai di gerbang, hujan makin gede. Ada pikiran kacau di
benak gue...........secara gue bawa jaket, apa gue payungan pake jaket
sama si Justin aja ya, biar kaya di tipi tipi?:/ nggak. Itu ide buruk.
Kesannya gue nyari kesempatan banget gitu-_-
Alhasil kita hujan-hujanan, dan Mommy marah-marah.
"Bajumu basah, kan, Rey! Aduh!" mami menggerutu sendiri-_-
"Yaudah aku mau mandi-__-" kata gue malas.
"Jangan lupa keramas! Rambutmu bisa rusak kalo kena hujan trus gak
buru-buru di cuci," kata Mommy lagi. Gue mengangguk-angguk sambil
menaikki tangga.
Gue melihat dua tuyul kecil lagi main ps. Emang kerjaan mereka nih main ps mulu.............
"Eiii chibi :*" gue mencubiti pipi si Greyson seolah dia adik gue sendiri.
"Basah tangan lo kak-,-" si greyson ngelap pipinya.
"Cubit pipi gue ajaaa, free, mau basah atau enggak(:" si Kodi promosi.
"Apa si? Pen bet?" gue menatap jijik.
Greyson tawa-tawa dan Kodi cemberut. Kalo lagi cemberut mukanya berubah jadi mirip Afgan....................iuh boong deng-.-
Lalu gue masuk ke kamar dan membilas badan, biar ga masuk angin qq :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar